CARA MEMBUAT MESIN PENETAS DENGAN LAMPU MINYAK,CARA MEMBUAT PEMANAS DARURAT PADA MESIN TETAS,CARA PENETASAN TELUR BEBEK SECARA TRADISIONAL,JARAK TELUR DENGAN LAMPU TETAS,JARAK LAMPU DENGAN TELUR PADA MESIN PENETAS,POSISI LAMPU PADA MESIN TETAS,JUMLAH LAMPU PADA MESIN TETAS,BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN LAMPU MINYAK HUBUNGI KAMI SEGERA Bpk. Sultoni 0822-5705-4455 Telkomsel Whatsapp Klik Kami Membantu Para Peternak, Pensiunan, Penghobi burung dan Yang ingin sukses dalam Usaha Menetaskan Berbagai Telur Unggas, Indo Tetas – Mesin Tetas Yang Paling PAS. CARA MEMBUAT MESIN PENETAS DENGAN LAMPU MINYAK,CARA MEMBUAT PEMANAS DARURAT PADA MESIN TETAS,CARA PENETASAN TELUR BEBEK SECARA TRADISIONAL,JARAK TELUR DENGAN LAMPU TETAS,JARAK LAMPU DENGAN TELUR PADA MESIN PENETAS,POSISI LAMPU PADA MESIN TETAS,JUMLAH LAMPU PADA MESIN TETAS,BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN LAMPU MINYAK HUBUNGI KAMI SEGERA Bpk. Sultoni 0822-5705-4455 Telkomsel Whatsapp Klik Kami Membantu Para Peternak, Pensiunan, Penghobi burung dan Yang ingin sukses dalam Usaha Menetaskan Berbagai Telur Unggas, Indo Tetas – Mesin Tetas Yang Paling PAS.
Pasanglahlampu 5 watt dengan jarak kurang lebih 8 - 10 cm dari peletakan telur Sebelum meletakan telur di dalam kardus alangkah baiknya untuk meletakan sekam/ jerami/ serbuk kayu di bagian bawah kardus dengan ketebalan sekitar 3 cm.
ArticlePDF AvailableAbstract and FiguresMesin penetas telur pada awalnya merupakan alat sederhana yang hanya menggunakan lampu untuk menghasilkan panasnya tanpa alat-alat pendukung lainnya yang hanya digunakan oleh para peternak tradisional dengan kapasitas yang kecil, namun seiring dengan perkembangan teknologi mesin ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dan kemudahan dalam penetasan telur. Pembuatan rak pemutar telur otomatis pada mesin penetas telur ini dan mempunyai dua sumber energi, yaitu energi listrik PLN dan energi panas matahari dengan menggunakan panel surya. Dalam proses modifikasi mesin penetas telur tenaga hybrid ini memiliki beberapa tahapan yaitu diawali dengan tahap sketsa gambar sederhana rak telur otomatis, gambar kerja, proses pembuatan, modifikasi rangkaian kelistrikannya, dan perhitungan tahanan baterai serta ujicobanya pada solar cell. Dari hasil pengujian mesin penetas telur otomatis tenaga hybrid kami ini yaitu rak bergeser otomatis setiap 6 jam sekali dalam waktu 24 jam non-stop serta ketahanan baterai hingga 29,1 jam Content may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Jurnal Ilmiah GIGA Volume 23 2 November 2020 Halaman 69-75 p ISSN 1410-8682 e ISSN 2621-9239 69 Rancang Bangun Rak Penetas Telur Otomatis Pada Mesin Tetas Bertenaga Hybrid Ferry Budhi Susetyo1, I Wayan Sugita2*, Basori3, Muhammad Naufal Rifqi1, Rois Wardiana1, Joko Prasetyo1 1Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 13220 2Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 13220 3Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Nasional, 12520 *Korespondesi penulis wayan-sugita Received 19-08-2020; Revised 16-10-2020; Accepted 19-10-2020 Abstrak. Mesin penetas telur pada awalnya merupakan alat sederhana yang hanya menggunakan lampu untuk menghasilkan panasnya tanpa alat-alat pendukung lainnya yang hanya digunakan oleh para peternak tradisional dengan kapasitas yang kecil, namun seiring dengan perkembangan teknologi mesin ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dan kemudahan dalam penetasan telur. Pembuatan rak pemutar telur otomatis pada mesin penetas telur ini dan mempunyai dua sumber energi, yaitu energi listrik PLN dan energi panas matahari dengan menggunakan panel surya. Dalam proses modifikasi mesin penetas telur tenaga hybrid ini memiliki beberapa tahapan yaitu diawali dengan tahap sketsa gambar sederhana rak telur otomatis, gambar kerja, proses pembuatan, modifikasi rangkaian kelistrikannya, dan perhitungan tahanan baterai serta ujicobanya pada solar cell. Dari hasil pengujian mesin penetas telur otomatis tenaga hybrid kami ini yaitu rak bergeser otomatis setiap 6 jam sekali dalam waktu 24 jam non-stop. Kata Kunci rancang bangun, rak telur, penetas telur, sistem otomatis, tenaga hybrid PENDAHULUAN Seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia harus diimbangi juga dengan persediaan yang mencukupi untuk memenuhi ketersediaan pangan, sehingga kebutuhan pangan yang mengandung protein tinggi ini terpenuhi [1, 2]. Produk unggas lebih diminati jika dibandingkan dengan ternak besar, selain itu pangan yang mengandung protein tinggi ada pada unggas [3, 4]. Untuk itu peningkatan produktivitas peternak dapat dilakukan dengan penerapan mesin tetas [5, 6]. Solusi untuk mengatasinya yaitu dengan meningkatkan kemampuan peran mesin penetas telur konvensional menjadi mesin penetas telur otomatis sehingga membuat proses penetasan telur menjadi praktis, efisien, dan dengan hasil penetasan telur yang lebih baik [7]. Peningkatan kemampuan mesin dapat dilakukan dengan kegiatatan rancang bangun [8 – 10]. Rancang bangun mesin tetas semi otomatis dengan daya 25 watt telah dikembangkan untuk menghasilkan penetasan 120 sampai dengan 150 butir telur, dimana proses memutar raknya dilakukan secara manual periodik waktu tertentu [11]. Selain itu rancang bangun mesin tetas otomatis berbasis mikrokontroler Atmega8585 juga telah dikembangkan dengan keberhasilan yang baik [12]. Kondisi mesin penetas telur sebelum otomatis yaitu memiliki suhu ruangan 37ºC-38ºC, didalamnya dilengkapi 4 buah lampu bohlam dengan daya 20 Watt yang dimana setiap bohlamnya memiliki daya sebesar 5 Watt. Tenaga untuk menyalakan lampu bohlam tersebut bersumber dari listrik PLN. Selain dari listrik PLN, sumber lainnya juga dapat diperoleh dari energi matahari dengan menggunakan panel surya yang disimpan pada baterai, untuk menggantikan sementara jika sumber dari listrik PLN sedang bermasalah [1]. Jurnal Ilmiah GIGA Volume 23 2 November 2020 Halaman 69-75 p ISSN 1410-8682 e ISSN 2621-9239 70 Terdapat 5 faktor yang harus diperhatikan pada Inkubator mesin tetas yaitu temperatur, kelembapan, sirkulasi udara ventilasi, pemutaran rak telur, dan kebersihan [7, 13, 14]. Pemutaran rak telur mempunyai tujuan agar panas dapat diberikan secara merata pada permukaan telur, selain untuk mengantisipasi agar embrio dalam telur tidak menempel di salah satu sisi kerabang telur. Dalam penelitian ini kami menggunakan sistem rak telur yang bergeser kanan dan kiri secara otomatis yang berfungsi memutar telur agar hangat nya merata. METODOLOGI Rak telur otomatis pada mesin penetas telur tenaga hybrid dirancang menggunakan sistem rak telur yang bergeser kanan dan kiri secara otomatis yang berfungsi memutar telur agar hangatnya merata. Proses rancang bangun rak telur otomatis dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2019. Lokasi pembuatan rancang bangun rak telur otomatis ini bertempat di laboratorium Teknik Mesin FT Universitas Negeri Jakarta. Lebih jelas mengenai alur proses penelitian dapat terlihat pada bagan alur sebagai berikut. GAMBAR 1. Bagan alur penelitian. Proses dimulai dengan pembuatan sketsa gambar. Sketsa adalah bentuk visualisasi pemikiran seseorang yang dibuat secara spontan berupa gambar kasar sebagai gambaran awal yang biasanya tidak dimaksudkan untuk dijadikan hasil akhir sebuah karya, sketsa nantinya akan dibuat sebagai gambar kerja atau pengembangan sebuah gagasan. Setelah selesai pembuatan sketsa rak telur otomatis lalu dilanjutkan dengan pembuatan gambar kerja. Pembuatan gambar kerja adalah proses dimana setelah sketsa selesai dan perencanaan ukuran telah dilakukan. Pada pembuatan gambar kerja drafter harus memperhatikan berbagai hal diantaranya adalah bahan yang akan digunakan, proses produksi, dan biaya produksi. Gambar kerja adalah media penyampaian informasi antara drafter dan orang yang memproduksi, maka dari itu gambar kerja harus terstandarisasi serta mengikuti aturan-aturan gambar teknik supaya penyampaian informasi dapat Membuat sketsa rak mesin tetas Menghitung kapasitas baterai Jurnal Ilmiah GIGA Volume 23 2 November 2020 Halaman 69-75 p ISSN 1410-8682 e ISSN 2621-9239 71 berjalan dengan baik. Setelah selesai pembuatan gambar kerja, kemudian dilanjutkan pembuatan gambar wiring kelistrikan. Pada gambar wiring ini akan ditentukan komponen-komponen apa saja yang diperlukan agar rak telur dapat bergerak secara otomatis. Selain itu wiring diberikan secara lengkap mulai dari sumber energi hingga motor penggerak rak dan lampu pemanas. Setelah selesai menggambar wiring kelistrikan, kemudian dilanjutkan dengan proses perhitungan baterai untuk kebutuhan solar cell. Perhitungan penggunaan aki ini bertujuan untuk mengetahui seberapa lama aki dapat mengoperasikan mesin penetas telur. Adapun perhitungan daya listrik menggunakan persamaan 1. P = V × I 1 Jenis baterai atau aki yang dipakai VRLA Valve regulated lead acid aki ini cocok digunakan pada mesin tetas karena bersifat tertutup sealed, karena tertutup, maka uap yang keluar dari aki sangatlah sedikit terjadi rekombinasi sehingga tidak perlu menambah cairan selama masa penggunaan aki, aki ini mempunyai spesifikasi sebagai berikut 1. Lithium 2. Nominal voltage 12 V 3. Rated capacity 100 AH 4. Dimension P × L × T 350 × 179 × 183mm 5. weight kg GAMBAR 2. Aki untuk proses penetasan dengan tegangan 12V dan kapasitas 100AH. Berdasarkan gambar 2 dapat terlihat akumulator atau yang familiar disebut aki pada mesin tetas bertenaga hybrid ini digunakan sebagai media penyimpanan energi listrik yang dihasilkan oleh sel surya, aki bersifat portable dan dapat menyimpan energi listrik melalui proses kimia sehingga energi listrik dapat digunakan di lain waktu. Pada saat ini pengunaan aki sangatlah penting karena sifatnya yang memiliki mobilitas sangat tinggi sehingga sangat dibutuhkan, aki terdapat berbagai jenis dan kapasitas yang begitu beragam, pada mesin tetas bertenaga hybrid ini digunakan aki 12 V dengan kapasitas 100 AH. Langkah terakhir dari penelitian ini yaitu proses uji coba mesin penetasan telur. Proses pengujian menggunakan energi dari Aki sumber pengisian dengan solar cell dan PLN. HASIL DAN PEMBAHASAN Sketsa Gambar Rak Telur Otomatis Gambar sketsa dini dibuat untuk mempermudah ketika akan membuat gambar kerja. Gambar sketsa dibuat secara freehand, artinya dibuat tanpa bantuan alat bantu seperti penggaris. Gambar sketsa untuk rak penetas telur dibuat dengan dimensi 44 × 54 × 4 cm. Lebih lengkap dapat dilihat pada gambar 3. Jurnal Ilmiah GIGA Volume 23 2 November 2020 Halaman 69-75 p ISSN 1410-8682 e ISSN 2621-9239 72 Dari gambar sketsa di atas dapat terlihat gambaran sederhana mengenai rak mesin tetas yang dibuat serta frame yang nantinya akan dibuat gambar kerja. Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu, maka ada sedikit perubahan pada gambar sketsa yang dibuat. Karena rak penetas telur di desain untuk bergerak secara otomatis guna membalik telur yang sedang ditetaskan sehingga ditambahkan frame. GAMBAR 3. Sketsa rak telur otomatis. Pembuatan Gambar Kerja Setelah selesai pembuatan gambar sketsa kemudian dilanjutkan dengan pembuatan gambar kerja. Gambar kerja yang dibuat dapat terlihat pada gambar 4. GAMBAR 4. Perangkat dari mesin tetas telur a Rak Telur Otomatis, b Tempat Bergerak Rak Telur, c 3D Rak Telur Otomatis, dan d 3D Assembly Mesin Tetas Jurnal Ilmiah GIGA Volume 23 2 November 2020 Halaman 69-75 p ISSN 1410-8682 e ISSN 2621-9239 73 Pada gambar 4 a merupakan tahapan terbentuknya rak tempat telur. Terlihat perubahan dari gambar sketsa rak telur sebesar 44 × 54 × 4 cm menjadi 425 × 535 × 40mm. Pada rak ini akan diletakkan telur-telur yang nanti akan di tetaskan dalam mesin penetas. Pada gambar 4 b merupakan frame dari rak tempat telur diletakkan. Fungsi dari frame ini nantinya akan menjadi pegangan rak telur untuk bergerak membalikkan telur secara otomatis. Pada gambar 4 c dapat terlihat visualisasi dari gambar 3D rak telur otomatis, dimana terlihat juga motor pengerak yang berfungsi untuk menggerakkkan rak telur agar telur-telur dapat berputar atau membalik secara ortomatis. Terakhir pada gambar 4 d dapat terlihat mesin tetas secara keseluruahan dalam bentuk 3D. Terlihat ada dua buah rak otomatis secara bertingkat di dalam mesin tetas tersebut. Pembuatan Gambar Wiring Kelistrikan Berdasarkan gambar 5 dapat terlihat ada dua sumber energi yang bisa digunakan untuk proses penetasan yaitu solar cell no 5 dan PLN no 4. Sumber energi ini bisa digunakan secara terpisah, artinya tidak bisa digunakan secara bersamaaan. Ketika menggunakan sumber dari PLN maka MCB no 1 harus dalam posisi on, namus pastikan MCB no 2 dalam posisi off. Sebaliknya demikian, jika ingin menggunakan sumber energi dari baterai hasil pengisian dari solar cell maka MCB no 2 harus dalam posisi on dan MCB no 1 harus dalam posisi off. GAMBAR 5. Wiring kelistrikan. Ketika ingin mengisi baterai dengan solar cell pastikan MCB no 3 dalam posisi on, serta terhubung dengan solar cell charge control no 5 dimana fungsinya adalah untuk mengatur kelistrikan pada solar cell agar tetap konstan. Alat no 7 adalah inverter yang berfungsi untuk pengubah arus listrik searah DC menjadi arus bolak balik AC. Ketika steker no 10 di hubungkan dengan stop kontak no 9, maka proses penetasan dapat berjalan. Kemudian no 11 adalah adalah termokontrol untuk mengatur suhu, dan no 15 adalah termokopel sebagai sensor suhu. Inkubator penetasan dilengkapi dengan empat buah lampu pijar dengan daya 5 Watt. Untuk proses penetasan dengan otomatis, artinya telur dibalik secara otomatis maka secara periodik dengan mengatur timer no 13 akan otomatis menggerakkan motor no 14 sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Sehingga peternak, atau pengguna mesin tetas tidak perlu membalik telur secara periodik. Perhitungan Baterai untuk Kebutuhan Sollar Cell Mesin tetas telur menggunakan aki bertegangan 12 volt dan memiliki kapasitas 100 AH digunakan untuk menghidupkan 4 lampu yang membutuhkan daya masing-masing Jurnal Ilmiah GIGA Volume 23 2 November 2020 Halaman 69-75 p ISSN 1410-8682 e ISSN 2621-9239 74 sebesar 5 Watt, termostat sebesar 3 Watt, 2 buah motor listrik masing-masing sebesar 4 watt, dan timer motor sebesar 2 watt. Seberapa lama aki dapat mengoperasikan mesin penetas telur, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kembali aki tersebut menggunakan kuat arus pengisian sebesar A efisiensi aki 20% dan berapa besar beban yang digunakan mesin tetas selama 1 periode penetasan. Dengan memasukkan ke dalam rumus 1 maka dihasilkan arus sebesar A. Kemudian dengan menghitung daya tahan baterai 100/ – diefisiensi baterai 20% maka didapatkan hasil secara teori aki dapat mengoperasikan mesin tetas selama Jam. Untuk menghitung waktu pengisian baterai maka t = 100/ + 20% × 100/ sehingga didapatkan hasil watu pengisian baterai selama Jam. Kemudian untuk mengetahui jumlah energi listrik yang digunakan selama 1 periode penetasan 22 hari adalah sebagai berikut 20 × 8 = 160 watt asumsi daya total lampu, 1 periode digunakan selama 8 jam 3 × 24 = 72 watt asumsi daya thermostat, 1 periode digunakan selama 24 jam 2 × 24 = 48 watt asumsi daya timer, 1 periode digunakan selama 24 jam 8 × = watt asumsi daya motor listrik, 1 periode digunakan selama jam Total lampu+thermostat+timer+motor listrik= 160+72+48+5,28= 285,2 watt Selama 1 periode = × 22 hari= 6276 watt = KW. Pada ujicoba mesin tetas dilakukan dengan dua tahap, yaitu ujicoba dengan menggunakan sumber energi dari PLN kemudian pada tahap dua dilakukan ujicoba dengan menggunakan sumber energi solar cell aki. Pada ujicoba baik tahap pertama maupun tahap kedua timer motor untuk menggerakkan rak telur diatur untuk bergerak periodik setiap 6 jam. GAMBAR 6. Proses ujicoba rak otomatis. Gambar 6 merupakan proses ujicoba rak telur otomatis. Dari hasil uji coba baik dengan menggunkan sumber energi dari PLN maupun solar cell aki dapat diketahui bahwa rak telur dapat begerak secara periodik setiap 6 jam. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perancanaan yang telah dilakukan pada mesin penetas telur otomatis bertenaga hybrid, maka dapat disimpulkan sebagai berikut Mesin tetas bersifat otomatis pada saat pembalikan telur dan menggunakan sumber energi hybrid yaitu dari listrik PLN dan sel surya. Dengan menggunakan motor penggerak AC didalamnya, rak bergeser setiap 6 jam sekali dalam waktu 24 jam non-stop yang diatur dalam timer. Adapun Jurnal Ilmiah GIGA Volume 23 2 November 2020 Halaman 69-75 p ISSN 1410-8682 e ISSN 2621-9239 75 dimensi dari rak mesin tetas yang dirancang maupun dibuat adalah 425 × 535 × 40mm. Dari hasil perhitungan, lama tahan aki yang digunakan untuk mengoperasikan apabila terjadi gangguan jaringan PLN yaitu selama jam, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kapasitas aki sampai full yaitu selama jam. Secara umum dapat diketahui bahwa dari hasil ujicoba rak telur otomatis dapat berfungsi sesuai yang diinginkan. DAFTAR PUSTAKA [1] I. W. Sugita, F. Firmansah, R. Sobirin, and M. R. Ardianto, “Rancang Bangun Mesin Penetas Telur Tenaga Hybrid,” J. Konversi Energi dan Manufaktur, vol. 6, no. 1, pp. 30–36, 2019. [2] R. Fitrah et al., “Pengaruh Temperatur Lama Penimpanan Telur Puyuh Tetas Terhadap Daya Tetas, Fertilitas, Bobot Susut Telur Dan Bobot Tetas Telur Puyuh,” J. Peternak. Nusant., vol. 4, no. 1, pp. 25–32, 2018. [3] N. Meliyati, K. Nova, and D. Septinova, “Pengaruh Umur Telur Tetas Itik Mojosari dengan Penetasan Kombinasi terhadap Fertilitas dan Daya Tetas,” J. Ilm. Peternak. Terpadu, vol. 1, no. 1, pp. 472–473, 2012. [4] Noferdiman, Fatati, and H. Handoko, “Penerapan Teknologi Pakan Lokal Bermutu Dan Pembibitan Ayam Kampung Menuju Kawasan Village Poultry Farming VPF Di Desa Kasang Lopak Alai Kabupaten Muaro Jambi,” J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 29, no. 3, pp. 60–70, 2014. [5] R. P. Dewi and W. Arnandi, “Peningkatan Produktivitas Peternak Itik Melalui Penerapan Mesin Penetas Telur,” J. Pengabdi. Dan Pemberdaya. Masy., vol. 3, no. 2, pp. 193–196, 2019. [6] F. Andria, E. M. Effendi, and A. Maesya, “Otomatisasi Mesin Tetas Telur Puyuh Untuk Optimasi Pembibitan, Peningkatan Produksi Dan Pemasaran Bagi Peternak Puyuh,” Qardhul Hasan Media Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 2, p. 107, 2017. [7] I. Nurhadi and E. Puspita, “Rancang Bangun Mesin Penetas Telur Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8 Menggunakan Sensor SHT 11,” Students’ Creat. Eepis Final Proj. Compet., pp. 1–8, 2009. [8] A. Muliawan, F. Amalinda, and I. Prasetio, “Rancang Bangun Pengendali Pompa Miniatur Berbasis Mikrokontroler Arduino Bluetooth 4Ch,” J. Ilm. GIGA, vol. 21, no. 2, pp. 80–86, 2018. [9] V. W. Gandoria, V. V. R. Repi, and A. Wibowo, “Rancang Bangun Pengamat Parameter Cuaca Menggunakan Komunikasi Nir Kabel,” J. Ilm. GIGA, vol. 22, no. 1, pp. 14–21, 2019. [10] A. Supriyadi, V. Vekky, R. Repi, and F. Hidayanti, “Rancang Bangun Sistem Pencampuran Warna Tekstil Otomatis dengan Parameter Volume Fluida pewarna,” J. Ilm. GIGA, vol. 21, no. 2, pp. 58–68, 2018. [11] R. Ahaya and S. Akuba, “Rancang Bangun Alat Penetas Telur Semi Otomatis,” J. Teknol. Pertan. Gorontalo, vol. 3, no. 1, pp. 44–50, 2018. [12] R. H. Rahim, A. M. Rumagit, and A. S. M. Lumenta, “Rancang Bangun Alat Penetas Telur Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8535,” J. Tek. Elektro dan Komput., vol. 4, no. 1, pp. 1–7, 2015. [13] R. Hartono, M. Fathuddin, and A. Izzuddin, “Perancangan dan Pembuatan Alat Penetas Telur Otomatis Berbasis Arduino,” ENERGY, vol. 7, no. 1, pp. 30–37, 2017. [14] E. Fadhila and H. H. Rachmat, “Pengendalian Suhu Berbasis Mikrokontroler Pada Ruang Penetas Telur,” J. Reka Elkomika, vol. 2, no. 4, pp. 275–284, 2014. ... Dalam penelitian tidak selalu mesin pendukung harus dibeli, ada kalanya mesin dibuat secara mandiri sehingga spesifikasi mesin seperti daya listrik dapat di tentukan sesuai yang diinginkan. Melalui suatu kegiatan rancang bangun, hal ini dapat diwujudkan [7][8][9]. Begitu banyak penelitian yang telah membuat mesin poles, namun motor listrik yang digunakan masih terlalu besar 3/4HP [3,5]. Untuk itu dalam penelitian ini akan dibuat mesin poles single disc dengan menggunakan daya motor 135 W 0,18HP agar hemat energi. ...Vadhya Wiendyas Gandoria V. Vekky R. RepiAgus WibowoAutomatic Weather Sation AWS sampai saat ini belum ada produksi dalam negeri, dengan demikian dibutuhkan penelitian lebih lanjut menyangkut AWS yang dapat mendeteksi parameter cuaca. Maka dibangunlah sistim pengamat parameter cuaca ini, yang dilengkapi dengan 4 buah sensor, yaitu DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembaban, BMP180 untuk mengukur tekanan udara, LDR untuk mengukur penguatan cahaya Iluminasi, serta opto-interrupt-device untuk mengukur kecepatan angin dengan kondisi cuaca yang diamati pada suatu titik tempat. Data sensor akan diolah dalam mikrokontroler Arduino, lalu ditampilkan melalui dan data akan tersimpan ke dalam database MySQL. Akses pengiriman data menggunakan wireless NRF24L01 yang dapat berfungsi sebagai transceiver. Sistim yang dirancang akan dibandingkan dengan AWS milik Universitas Nasional. Dengan hasil pengujian tiap parameter diantaranya suhu error maximum kelembaban error maximum iluminasi error rata-rata tekanan udara error maximum kecepatan angin erorr maximum Supriyadi V. Vekky R. RepiFitria HidayantiProses pewarnaan celup kain/benang membutuhkan alat pencampuran warna otomatis yang cepat dan akurat. Akan tetapi alat pencampuran warna masih memiliki error yang besar, maka desain sistem ini harus dikembangkan agar diperoleh desain dengan error yang kecil. Rancang bangun alat pencampuran warna pada penelitian ini dirancang untuk fluida pewarna tekstil yang berbasis Arduino dengan GUI Processing, sensor ultrasonik HC-SR04, dan aktuator motor servo MG996R. Pada penelitian ini flowrate pewarna yang keluar dari tangki dipengaruhi oleh level tangki. Maka dibuat sistem dengan input komposisi campuran dari GUI Processing dan perhitungan flowrate diperoleh dari pembacaan level oleh sensor ultrasonik. Selain itu, karaktristik aktuator motorized control valve membuat alat ini diberikan dua mode yaitu fast dan slow. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mode fast memiliki error lebih besar dari mode slow, tetapi mode slow membutuhkan waktu proses dua kali lebih lama. Dari pengamatan pewarna hasil pencampuran yang diaplikasikan pada kain, dapat dilihat pola susunan memiliki degradasi warna yang sistematik. Hal ini menunjukkan bahwa alat pencampuran warna otomatis yang dibuat pada penelitian ini dapat bekerja dengan air yang sering kita miliki memegang peranan penting dalam pendistribusian pada instalasi air di rumah. Pengoperasian ini terkadang membutuhkan waktu yang lama sehingga membutuhkan sistem kontrol yang efesien. Aplikasi smartphone pada android dapat dipadukan dengan mikrokontroler seperti pada aplikasi mikrokontroler arduino uno. Pemanfaatan aplikasi android dan mikrokontroler ini dapat dipergunakan pada kontrol pompa air. Dalam peneltian ini dimaksudakan untuk mengkoneksikan arduino uno dengan pompa yang terintegrasi dengan bluethooth. Bluethooth yang dipergunakan dengan seri HC-5 yang dapat dikoneksikan dengan sinyal yang dimiliki oleh aplikasi android yang berada di smartphone dengan seri arduino uno bluethoot 4CH. Kinerja alat ditampilkan dalam tampilan LCD 4x16 yang menyatakan waktu pemakaian dan on-off pemakaian pompa. Dari hasil pengujian kemampuan pompa beroperasi selama 1 menit diperoleh hasil perhitungan dengan debit cm3/s dengan kecepatan aliran cm/s. Rany Puspita DewiWandi ArnandiSebagian warga masyarakat Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang berprofesi sebagai peternak itik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktifitas peternak itik melalui penjualan anak itik, yang memiliki harga jual lebih tinggi melalui penerapan mesin penetas telur. Metode yang digunakan adalah difusi ipteks. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama, observasi dengan melakukan metode pengumpulan data dokumentasi dan diskusi dengan tokoh masyarakat sebagai stakeholder. Hal ini bertujuan untuk memperoleh informasi kondisi real masyarakat peternak itik. Tahap kedua adalah tahap pengembangan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami peternak itik melalui perancangan dan pembuatan mesin penetas telur serta mengadakan pelatihan pengoperasian mesin penetas telur. Hasil luaran utama yang dicapai dalam program ini adalah tersedianya mesin penetas telur. Hasil lain dari program ini adalah peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang teknologi mesin penetas telur serta taraf hidup masyarakat Desa AndriaE Mulyati Effendi Aries MaesyaAUTOMATION TECHNIQUE MACHINE OF QUAIL EGGS FOR OPTIMIZATION OF BREAKING, IMPROVING PRODUCTION AND MARKETING FOR QUAIL FARMABSTRACT Bogor District has a very large area, so the market share for livestock products is also wide open. In 2015 suppliers of quail farmers there are only 20 breeders with quail population ranges from 10 thousand head Department of Animal Husbandry & Fishery Bogor District. This is a very good opportunity for quail farmers, but the problems faced by quail farmers turned out to be very complex. Two quail farmers who became the object of Community Service goal have complex issues related to production, marketing, and management. The condition of the cage is not feasible, dirty, sanitation and hygiene is very bad, consequently diseased quail cattle reach an average of 35%. Productivity is very low, and having difficulty marketing eggs. Farmers also do not have a systematic bookkeeping related to finance and production process. Community service activities are carried out through Optimization of Cage Build Design, Optimization of Livestock Enviromental Environments, Quyry Health Control, Selection of Superior Seeds and Optimal Hatching of Eggs, Microcontroller Based Automatic Hatching Grants, and Marketing Strategy Manual or Digital through Social Media and Simple Operations and Financial automation, community service, microcontroler, quail farmers. ABSTRAK Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang sangat luas, sehingga pangsa pasar untuk produk ternak juga terbuka luas. Pada tahun 2015 pemasok hasil ternak puyuh hanya ada 20 peternak dengan jumlah populasi puyuh berkisar 10 ribu ekor Dinas Peternakan & Perikanan Kab Bogor. Hal ini menjadi peluang yang sangat baik bagi peternak puyuh, tetapi permasalahan yang dihadapi peternak puyuh ternyata sangat komplek. Dua peternak puyuh yang menjadi objek sasaran pengabdian masyarakat ini memiliki permasalahan yang kompleks baik terkait, produksi, pemasaran maupun manajemen. Kondisi kandang tidak layak, kotor, sanitasi dan higienitas sangat buruk, akibatnya ternak puyuh berpenyakit mencapai rata-rata 35%. Produktivitas sangat rendah, dan mengalami kesulitan memasarkan telur. Peternak pun tidak memiliki pembukuan yang sistematis terkait keuangan maupun proses produksi. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan untuk melatih, membina, memantau dan mendampingi kedua peternak tersebut dalam usaha meningkatkan produktivitasnya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui Rancang Bangun Kandang Puyuh Optimal, Penciptaan Lingkungan Internal/Eksternal Peternakan yang Optimal, Pengendalian Kesehatan Puyuh, Pemilihan Bibit Unggul dan Penetasan Telur Optimal, Hibah Alat Penetas Telur Otomatis Berbasis Mikrokontroler, serta Strategi Pemasaran Manual maupun Digital melalui Media Sosial dan Manajemen Operasi dan Kuangan FitrahDeden SudrajatAnggraeni AnggraeniHatching is part of the nursery activity that is to maintain and increase the population of quail livestock. Research on the influence of old temperature of hatching quail egg to hatchability, fertility, egg shrink weight and weight of quail egg hatch has been done for one month, this research aim to know influence of temperature and duration of egg storage to fertility, hatchability, hatching weight, and Egg shrinkage weight in the quail and can know the temperature and long storage is good for hatched. This study used quail eggs Coturnix coturnix japonica, as many as 180 items divided into two groups. Each is a group with a temperature of 27-30 oC and 17-20 oC group with egg storage duration 1 day, 3 days, and 6 days. The hatching machine used is semi-automatic hatching machine, before the egg is inserted into a hatching machine performed selection that includes egg shape and egg weight, for storage of 27-30 oC in room chamber and for 17-20 oC temperature in air-conditioned room with a temperature of 16 oC before the save egg in weigh and before inserted into the engine hatching the egg back in weigh. From 2 factors with three levels are obtained 6 treatment combinations each treatment - each treatment is repeated 5 times, each repetition consists of 6 grains. The experimental design used was Completely Randomized Design RAL 3 x 2 for fertility variable, hatchability, hatching weight and egg shrinkage. The results showed that the temperature gives a real effect on the hatchability, egg shrinkage, while for egg weight only gives a real effect on hatchability and shrinkage of fertility variable, hatchability, hatching weight and egg shrinkage I Wayan - SugitaFikri FirmansahRakhmat SobirinMuhammad Raihan ArdiantoAbstrak Mesin penetas telur pada umumnya hanya menggunakan satu sumber energi yaitu energi listrik dari PLN. Dalam penelitian ini dibuat mesin penetas telur menggunakan dua sumber energi yaitu tenaga listrik PLN pada waktu malam hari dan tenaga panas matahari pada waktu siang hari. Kapsitas dari mesin penetas yang dibuat adalah 100 butir telur. Dalam proses rancang bangun mesin penetas telur dengan sumber energi hybrid mempunyai beberapa tahap yaitu diawali dengan tahap pembuatan sketsa gambar sederhana, gambar kerja, perhitungan sumber panasnya, proses pembuatan, instalasi kelistrikannya, serta uji coba kestabilan temperatur. Dari hasil pengujian Mesin Penetas Telur Tenaga Hybrid ini, suhu stabil antara 37°-38°C dengan daya yang digunakan sebesar 20 watt. Kata kunci Rancang Bangun , Mesin Penetas Telur, Tenaga HybridPengaruh Umur Telur Tetas Itik Mojosari dengan Penetasan Kombinasi terhadap Fertilitas dan Daya TetasN MeliyatiK NovaD SeptinovaN. Meliyati, K. Nova, and D. Septinova, "Pengaruh Umur Telur Tetas Itik Mojosari dengan Penetasan Kombinasi terhadap Fertilitas dan Daya Tetas," J. Ilm. Peternak. Terpadu, vol. 1, no. 1, pp. 472-473, Teknologi Pakan Lokal Bermutu Dan Pembibitan Ayam Kampung Menuju Kawasan Village Poultry Farming VPF Di Desa Kasang Lopak Alai Kabupaten Muaro JambiFatati NoferdimanH HandokoNoferdiman, Fatati, and H. Handoko, "Penerapan Teknologi Pakan Lokal Bermutu Dan Pembibitan Ayam Kampung Menuju Kawasan Village Poultry Farming VPF Di Desa Kasang Lopak Alai Kabupaten Muaro Jambi," J. Pengabdi. Pada Masy., vol. 29, no. 3, pp. 60-70, 2014.
mesintetas lampu teplok,cara membuat mesin penetas dengan lampu minyak,cara penetasan telur bebek secara tradisional,jarak lampu dengan telur pada
- ዢобоσጧյ едኼկը
- Виኯሯչիсн иչохօሊ
- Иփω мижя ኅсл
- ሹፖ ло идօጷу е
- Уቿюአερосе νሷነаφω ноρиփ
Perludiketahui bahwa ini adalah cara menetaskan telur dengan lampu 5 watt. jarak yang tepat antara lampu dengan telur di mesin penetas Untuk mesin tetas dengan kapasitas 50 butir Sebenarnya mesin
Membuatmesin penetas telur sendiri tentunya lebih hemat biaya karena hanya membutuhkan bahan bahan dasar untuk proses pembuatan. Mesin ini nantinya bisa untuk menetaskan telur ayam kampung, ayam pedaging, bebek, itik, puyuh, dan telur telur unggas lainnya. Sumber tenaga penghangat nanti berasal dari lampu pijar yang dipasang di dalam box
90LGP.